Kamis, 02 Desember 2010

Lagi : Jadilah Seperti Kopi (2)

Pernakah anda membayangkan, bagaimana sebuah kopi diproses, hingga menjadi minuman yang siap anda santap setiap pagi, atau mungkin saat anda tengah bersantai dengan kerabat? Dalam masa pemrosesannya, kopi harus mengalami berbagai macam alur yang bisa dikatakan tidak mudah. Butuh waktu 6 sampai 7 bulan sebelum bunga kopi berubah menjadi buah kopi berwarna merah. Sebelum menjadi buah pun, kopi sangat anti oleh air hujan dan cuaca yang menyengat. Pohon kopi pun selalu dipangkas dengan maksimal ketinggian kira-kira setinggi tubuh manusia, hal ini agar tidak menyulitkan saat panen. Setelah dipetik dan berwujud biji, kopi mulai disangrai (bila menggunakan cara konvensional) di api yang panas, ditumbuk disebuah palung hingga halus, dan menjadi bubuk kopi yag siap disajikan.

Layaknya hidup kita, untuk menjadi sukses, kita harus menjadi seperti kopi. Dipupuk agar tumbuh menjadi biji berkualitas, kita harus menjaga emosi kita, agar tidak terlalu panas, dan juga terlalu dingin, mimpi-mimpi kita pun sering terpangkas waktu, agar tidak terlalu tinggi, dan anda mampu mewujudkannya, belum usai dengan terpaan itu, kita harus rela digoreng menjadi manusia berpendidikan, dan akhirnya ditumbuk oleh pengalaman, hinaan, dan juga masalah yang ada. Setelah kita mampu melewatinya, kita baru dapat disebut sebagai kopi berkualitas, yang siap dipasarkan.

Seluruh perjalanan hidup kita adalah proses, dimana setiap harinya menentukan jadi apa kita nantinya. Pada pembahasan sebelumnya saya sudah men-sharing kan tentang pengenalan diri, tentang bagaimana memotivasi diri saat anda terpuruk, dan bagaimana membentuk pribadi kita. Dari pembahasan sebelumnya dapat kita simpulkan bahwa menjadi manusia berkualitas harus terkonsep, tertata, dan tahan terpaan. Mungkin di pembahasan selanjutnya nanti, anda akan menemukan bagaimana kita mampu berpikir positif, dan mengembangkan apa yang kita mampu.

Ada kalanya anda jatuh ketanah, dan seakan tidak bisa melanjutkan perjalanan untuk menjadi kopi yang berkualitas. Tapi jangan khawatir, sebagai calon biji kopi, anda harus siap memulai perjalanan anda dari bawah, karena buah kopi yang jatuh ketanah, dengan sedikit proses hidup, akan berkembang menjadi pohon kopi baru yang siap tumbuh, dan menghasilkan kopi-kopi baru, yang mungkin akan lebih berkualitas dari biji-biji kopi yang tumbuh sebelumnya. Disini mental dan kesiapan menjadi tantangan anda. Tak banyak orang yang bisa merangkak lagi dari bawah. Tapi banyak nama-nama sukses seperti Colonel Sanders (Founder KFC), Abraham Lincoln ( Presiden Amerika Serikat), Tomas Alfa Edison (Penemu Bola Lampu) dan masih banyak lagi. Taukah anda bahwa mereka harus jatuh, bangun, dan jatuh lagi, sebelum mereka meraih kesuksesan.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Ver receta completa...

Sabtu, 06 November 2010

Ayo Kita Menjadi Dewasa



Diusia saya yang baru menginjak pertengahan kepala dua, dan menjelang hari berkurangnya umur,  teringat  sebuah kebodohan usia belasan saya (yang masih terbawa hingga awal dua puluh). Gaya hidup era modern yang sangat menggiurkan, agakya menjadi sangat wajar bagi semua orang seumuran itu. Berbagai impian dan ambii menjadi tameng akan perlunya mengikuti tren masa hi-tech.

Rayuan dan rengekan khas balita mulai dilancarkan. Bak seorang anak raja, saya mulai menyusun strategi untuk meminta dipenuhinya kebutuhan semu itu pada orang tua. Mulai dari kata, "soalnya gini lho.." atau mungkin, "Enak kalo pake itu, bisa ..."

Dengan sedikit trik jitu, beberapa barang dambaan itu mulai terasa dekat. Walaupun saya sadar, penghasilan orang tua saya tidak cukup menunjang untuk meghadirkan fasilitas-fasilitas fiktif itu. Waktu itu, saya sangat menginginkan Hape berfitur kamera dan mp3. Lifestyle yang patut diikuti (menurut saya) pada saat itu, wow...semuanya terwujud dengan sedikit rengekan dan paksaan.

Taukah anda dari mana orang tua saya bisa membelikan HP itu? Uang setoran toko...dan saya yang pada saat itu paham berpura-pura untuk bodoh. Tanpa ambil pusing, saya berhura-hura diatas penderitaan orang tua. Yang ada dalam otak saya waktu itu adalah gaul..gaul..dan gaul.

Tak selang beberapa saat, karena keadaan yang sangat memaksa, HP itu harus dijual, dan tak lama, HP baru dengan tipe yang sama hadir. Ego kembali meraja, karena rengekan yang lebih ganas kembali diarahkan pada rasa Cinta orang tua yang tak terhingga. Barang-barang mahal lainnya siap dalam antrian mereka, Laptop, Kamera, dan semua barang yang menaikan gengsi saya dari seorang penjaga toko, menjadi anak direktur.

Sebelum semua hal itu terwujud, krisis ekonomi mulai melanda. Cobaan bertubi-tubi datang menghadang. Diawali dengan ego bodoh saya.

Hingga saat saya memutuskan untuk mendapatkan uang saku tambahan dengan bekerja di sebuah media lokal, dengan gaji awal Rp. 175.000,- per bulan. Perputaran arus terasa sangat drastis bagi saya saat itu, bekerja 26 jam, menempuh panas dan dingin, omelan, dan juga waktu yang terasa berat, membuat saya sadar. Penghasilan seorang penjaga toko dengan jam kerja 12 jam sehari, dan harus menuruti semua rengekan saya selama ini terasa bagai sebuah cambukan bagi saya. Seakan saya mendapat balasan berlipat ganda.

Ditengah semua keluh kesah saat itu, saya teringat akan pertanyaan ayah minta HP itu. " Apa perlu banget?" Sementara keadaan saat itu, jangankan HP, untuk makan tiap hari sagat sulit. Keadaan berat membuat saya berubah, setidaknya untuk merubah keadaan saya saat itu.

Kerasnya hidup yang baru saya rasakan saat itu membuat saya belajar akan satu hal, gaya hidup boleh saja, selama itu merupakan kebutuhan kita, bukan keinginan kita. dengan sedikit usaha, akhirnya saya mampu untuk memenuhi kebutuhan pribadi saya. namun bukan itu yang terpenting, tapi bagaimana kita mampu berpikir dewasa, dan tidak lagi merengek dan meminta sesuatu yang tidak berharga sama sekali untuk kehidupankita dikemudian hari.

saya rasa kita adalah orang-orang terpilih, yang harus tahu tentang sebuah taggung jawab, terlebih tehadap tindakan kita, orang tua kita sudah memberi banyak, jadi saatnya kita yang menunjukan hasil terbaik kita untuk mereka. pada dasarnya mereka tidak pernah menuntut balasan apapun dari kita, karena peluhnya adalah senyum kita, kebahagiaan kita, dan teramat hina bila kita memperlakukan mereka sebagai komoditi pemenuh keinginan kita.

menjadi mandiri bukan berarti memenuhi kebutuhan kita sendiri, namun bagaimana kita bisa berusaha dengan daya semaksimal yang kita bisa, dan membuat sebuah perubahan kecil untuk orang-orang disekitar kita, dan bila semua itu terwujud, berarti kita sudah siap untuk menjadi orang dewasa.

Menjadi dewasa, berarti tahu apa yang kita butuhkan, dan tahu apa yang terbaik buat kita setidaknya untuk kita sendiri, memprioritaskan pilihan, dan melakukan semua hal yang terbaik bagi sesama kita.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Ver receta completa...

Quotes Warung Kopi

Beberapa saat yang lalu, selepas menyelesaikan tugas kantor, seperti biasa saya sempatkan untuk mampir di coffee shop tradisional alias warung kopi (yang jelas bukan starbuck). Biasanya saya mulai membuka buku agenda kerja, paling tidak untuk memastikan tak ada satupun kerjaan yang terlewatkan, karena saya memang bukan karyawan teladan, dan sering bos mengingatkan kewajibkan saya (sangat sulit menemukan bos kaya gini...).

Tiba-tiba seorang kawan, sekaligus motivator bagi saya meng-SMS saya, biasanya memang kami meluangkan sedikit waktu untuk sharing dan bertukar informasi. Dia adalah lulusan kreatif dari salah satu kampus negara di Solo (Termasuk menyarankan saya untuk lekas menyelesaikan skripsi dan beban kuliah)

Dia sering memberikan saran dari setiap pekerjaan saya, dan hari itu topiknya adalah Brand Activity. lebih dari 2 jam kami berbincang, mulai dari kritik iklan, hingga pengalaman di masing-masing tempat kerja. Kebetulan kami ada di posisi yang sama di dua perusahaan yang berbeda. Dia di Salah satu brand rokok nasional, dan saya di media cetak.

Dari sekian pembicaraan yang terjadi, dia melayangkan Quotes atau bahasa sini nya Kata Mutiara yang perlu saya pertimbangkan. Dia bilang, "Work Hard, Sleep Hard, Die Hard", hmm...boleh juga. Cukup masuk akal dan bisa dijadikan semangat. Sekaranng mari kita pahami bersama.

Work Hard, Sleep Hard, Die Hard, mungkin 3 kata yang bila selintas hanya gabungan 3 kataa Hard yang dilengkapi oleh kata kerja didepannya..Tapi buat dia dan saya tidak, Kerja Keras, Susah Tidur, Susah Mati, begitu kira-kira kalau di Indonesiakan.

Dari 3 kata itu, dapat disimpulkan bahwa orang sukses selalu melalui 3 hal tadi. Bekerja dengan keras dengan sungguh hingga susah tidur, tapi proses tidak pernah berbohong. Makin keras kita berusaha, makin susah pula buat kita untuk menyerah. Hal rumit selalu berawal dari hal kecil yang tak terselesaikan. Keberhasilan selalu berawal dari kegagalan yang berulang-ulang.

Ingatkah berapa kali edison gagal dalam eksperimennya saat bola lampu diperkenalkan, atau Lincoln yang selalu dirundung kegagalan selama bertahun-tahun, atau mungkin juga sanders yang harus menawarkan resep ayam goreng KFC ke 1007 restoran, sebelum diterima oleh restoran ke 1008. Mereka itu adalah golongan orang-orang yang susah mati, bukan karena mereka bernyawa 9, tapi kekebalan terhadap sebuah masalah yang datag berulang-ulang mampu membuat mereka bertahan, itu lah yang membuat mereka layak mendapat gelar Die Hard.

Anda dan saya pun bisa, bukankah mereka-mereka itu juga mengalami susah tidur karena stress? Dalam kehidupan kita selalu ada yang namanya berproses. Beralih dari sebuah kebiasaan, menjadi aktivitas, dan tak jarang yang berbuah keberhasilan.

Sadarkah anda, saat kita sedang berproses, mencoba untuk bersungguh-sungguh terhadap sebuah pilihan (biasanya komitmen pekerjaan), apapun kita kerahkan utuk satu kata 'Keberhasilan', namun yang sangat disayangkan  adalah, seberapa kuat kita mencoba dan mencoban bangkit ketika kita jatuh.

Anda boleh jatuh saat anda lelah dalam kesendirian, tapi anda harus bangkit sebelum orang melihat anda jatuh.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Ver receta completa...

Tuhan Memang Satu

Tuhan memang satu, kita yang tak sama…
- Marcell-Peri Cintaku –

Hmm.., kata-kata yang indah dari seorang marcell yang penuh filosofi. Setidaknya kita semua paham, bahwa Tuhan adalah super power, sang Maha dari segala-galanya. Namun esensi itu kian bergeser, kini Tuhan seakan dibagi menjadi beberapa hal dan bentuk. Betapa sadisnya, Manusia membeda-bedakan esensi Tuhan, yang pada dasarnya adalah sama.
            Mari kita berkias balik, apa Tuhan yang kita sembah pernah membedakan kita, apa Dia memilih untuk menumpahka berkatnya pada kita manusia. Kerap kali kita menganggap Tuhan adalah agama, dan naasnya, Tuhan dijadikan komoditi pencarian umat. Hmm…, Dunia yag berubah, atau manusia yang semakin pintar?
            Seakan kita lupa, bahwasanya Tuhan punya satu sifat, yaitu Maha bijaksana, apa jadinya bila kita memikirkan ibadah bila tidak ada Tuhan didalamnya, atau mungkin kita beramal jika tidak ada ketulusan?
            Beberapa bulan yang lalu, saat saya liputan disalah satu daerah bencana, saya mendengar seorang anak melontarkan pertanyaan polos pada ibunya, “Ma, tadi aku lihat Tuhan, lho,” katanya. “Oh, ya? Dimana?” jawab ibunya, “Tadi temenku jatuh, terus ada bapak-bapak yang nolong dan bawa kerumah sakit, terus waktu temenku sudah diobati, bapak itu udah ga ada,” kata anak itu lagi. Lantas sang ibu hanya bisa tersenyum bangga.
            Setidaknya anak itu melihat Tuhan dengan cara pandang lain, yaitu dari ketulusan, keikhlasan, dan kebaikan orang lain. Begitulah seharusnya kita memandang Tuhan, dengan hati, dan bukan mata, maupun ucapan. Seakan kita lupa bahwa Tuhan adalah pengasih, sering kali saat kita sehat, kita membeda-bedakan golongan, ras, terlebih agama, namun saat bencana melanda, dan saat kita membutuhkan pertolongan, apa kita masih melihat agama, dan hal lainnya sebagai pembantu kita.
            Seandainya kita benar-benar manusia yang banyak khilaf, apakan kita masih menganggap Tuhan sebagai sebuah Agama? Bukankah Tuhan tidak pernah membedakan agama? Bayangkan saja bila Tuhan memandang kita dari Agama kita, kepercayaan kita, bahkan kaum tertentu, apa kita masih bisa merasakan keindahan?
            Mari kita buka hati utuk melihat Tuhan, dan bukan dengan presepsi kita sebagai manusia yang serba terbatas. Mari kita melihat Tuhan dengan kepolosan kita, ketulusan kita, dan mulaiah memberikan hal kecil nan indah pada sesama kita, dimulai dari hal-hal kecil, dan niscaya kita sudah melakukan hal besar untuk Nya.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Ver receta completa...

Rabu, 15 September 2010

Andapun Motivator !!!

Pernakah anda mendengar nama-nama motivator handal, seperti Mario Teguh, Andrie Wongso, atau kalo dari negeri sono seperti Chris Gardner, dan masih banyak lagi. Jika kita mendengarkan kata-kata motivator-motivator itu, pastinya semangat baru yang muncul. Seakan semua yang mereka katakan adalah angin surga, dan selalu memberikan jalan keluar buat masalah-masalah anda.

Taukah anda dari mana mereka bisa menjadi bijak? Sehingga setiap kata-kata yang mereka ucapkan berbuah tepuk tangan dari para audience nya.

Sebenarnya motivasi itu timbul dari anda sendiri, Manusia diciptakan untuk dapat menangkap sebuah alur komunikasi, dan melakukan reaksi atas komunikasi tersebut. Sebenarnya andapun bisa menjadi motivator bagi diri anda sendiri. Masa sih?gimana caranya? Pasti kebanyakan orang bertanya demikian.

Taukah anda, semua nama-nama hebat itu juga memiliki masa lalu yang sama kelamnya dengan anda. Mereka juga diciptakan sama seperti anda, tidak luput dari masalah, dan tak jarang pula dari mereka yang putus asa dan ingin menyerah kepada kehidupan, Tapi yang membuat mereka berbeda adalah bagaimana kepala mereka tidak harus tertunduk saat masalah-masalah itu datang.

Dengan bijaknya mereka menyikapi masalah-masalah itu satu demi satu, dan kemauan mereka untuk berbagi dengan sesama itulah yang membuat mereka menjadi motivator.

Seringkali saat masalah datang, ataupun kesedihan sedang melanda diri anda, anda malah takut dan terpuruk. Sadarkah anda, bahwa dalam kesedihan anda terdapat sebuah kekuatan besar yang tak terduga, yang dapat merubah hidup anda untuk selamanya. Tidak mudah memang memilih untuk bangkit dari sebuah keterpurukan, perlu keberanian serta mental yang cukup.


Siapa bilang anda harus melawan kesedihan itu, bukankah manusia memang harus menjalankan kodratnya? dan setiap masalah yang Tuhan beri, adalah proses pendewasaan buat diri kita sendiri? Sesekali biarkanlah diri anda larut dalam kesedihan, karena dalam kesedihan, anda bisa menjadi motivator untuk diri anda sendiri. 


Nama-nama hebat itu selalu punya cara untuk memotivasi diri mereka sendiri, karena saya pun yakin, mereka tidak akan menularkan motivasi bila motivasi itu belum bekerja untuk merubah suatu keadaan dalam hidup mereka.

Jadi, jadikanlah diri anda sendiri motivator. Mulailah dengan ucapan-ucapan positif dan penuh semangat dalam diri anda. Biarkanlah akal sehat anda yang bekerja, karena dari kata-kata dan kemauan anda sendirilah, perubahan bisa terjadi denga begitu mudahnya.

Bukankah saat dalam kandungan ibu, kita sudah jad pemenang, Jutaan sel sperma, dan satu indung telur, bayangkan saja, jutaan calon orang siap menjadi saingan anda, tapi menyerahkah anda? Tidak!! jawabannya, anda berjuang mempertahankan rahim ibu anda selama 9 bulan lamanya, hingga anda terlahir kedunia.

Selalu ada yang hebat dalam diri anda, belajarlah membereskan masalah dari sesuatu yang kecil, dan tanpa anda sadari, anda sudah menyelesaikan suatu perkara besar.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Ver receta completa...

Indahnya Jika Kita Bisa Belajar Mencintai


LOVE - John Lennon

Love is real, real is love, Cinta itu kenyataan, nyata adalah cinta,
Love is feeling, feeling love, Cinta adalah perasaan, perasaan saling mencintai,
Love is wanting to be loved. Cinta adalah Perasaan ingin dicintai.
Love is touch, touch is love, Cinta adalah sentuhan, sentuhan adalah cinta,
Love is reaching, reaching love, Cinta adalah pencapaian, untuk mencapai cinta,
Love is asking to be loved. Cinta adalah meminta untuk dicintai.
Love is you, Cinta adalah Anda
You and me, Kau dan aku
Love is knowing, We can be. Cinta adalah Pengengetahuan, agar Kita bisa.
Love is free, free is love, Cinta itu bebas, bebas untuk mengasihi,
Love is living, living love, Cinta adalah hidup, hidup adalah cinta,
Love is needing to be loved. Cinta adalah Perasaan perlu untuk dicintai.

Lyric lagu diatas diciptakan dan dinyanyikan pula oleh sang vokalis The Beatles, John Lennon.
Seperti yang tertangkap dari Lyric lagu diatas, bahwa Cinta dianugrahkan oleh Tuhan dengan sangat indah. Cinta dianugrahkan untuk dua arah, Memberi dan menerima.


Anda mungkin pernah mendengar kata-kata Cinta tak berbalas, Senaas itukah hidup? sehingga kita tak sempat merasakan cinta. Mari kita refleksi bersama-sama. Setiap hari kita masih menginjak bumi, dengan matahari pagi, dan bintang-bintang malam yang terus bersinar. Dengan udara pagi yang masih sejuk.Cinta itu adalah cinta dari sang hakiki.

Contoh kecil lagi, kita lapar, masih ada yang mau memberi kita makan, kita susah, masih ada yang mau membantu kita, masih banyak lagi hal-hal dalam hidup yang tidak sempat kita syukuri.

Cita bukan sebatas pacaran, menikah, atau kebutuhan daging semata, tapi cinta adalah, bagaimana kita dapat memberi yang terbaik dalam diri kita, hingga orang-orang disekitar kita menjadi nyaman bila anda didekatnya, merasa kehilangan saat anda tidak ada.

Maka belajarlah mencintai dari hal-hal terkecil dan sepele, yang anda bisa. Mulailah menebarkan cinta untuk orang-orang disekitar anda. Intinya adalah, Cinta tercipta dengan dua arah, jadi saat anda mancintai dengan tulus, maka cinta akan berbalik menyelimuti anda.

Percayalah, Tuhan yang baik itu tak akan pernah menghentikan gaya gravitasi sehingga anda melayang-layang dan hilang, Ia tidak akan memusnahkan cahaya sehingga hari-hari anda menjadi gelap.

Mulailah membuka hati anda dengan senyuman kecil, dan mulailah mencintai.(Berikut Saya Sertakan Lagunya, silahkan diputar)

Free Music Downloads
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Ver receta completa...

Kenek Lapangan Banteng Itu Kini Jadi Legenda

Dialah Benyamin Sueb.  Sejak kecil, sudah merasakan getirnya kehidupan. Bungsu delapan bersaudara pasangan Suaeb-Aisyah kehilangan bapaknya sejak umur dua tahun.
Karena kondisi ekonomi keluarga yang tak menentu, si kocak Ben sejak umur tiga tahun diijinkan ngamen keliling kampung dan hasilnya buat biaya sekolah kakak-kakaknya. Benyamin sering mengamen ke tetangga menyanyikan lagu Sunda Ujang-Ujang Nur sambil bergoyang badan. Orang yang melihat aksinya menjadi tertawa lalu memberikannya recehan 5 sen dan sepotong kue sebagai ‘imbalan’.
Penampilan Benyamin kecil memang sudah beda, sifatnya yang jahil namun humoris membuat Benyamin disenangi teman-temannya. Seniman yang lahir di Kemayoran, 5 Maret 1939 ini sudah terlihat bakatnya sejak anak-anak. Bakat seninya tak lepas dari pengaruh sang kakek, dua engkong Benyamin yaitu Saiti, peniup klarinet dan Haji Ung, pemain Dulmuluk, sebuah teater rakyat – menurunkan darah seni itu dan Haji Ung (Jiung) yang juga pemain teater rakyat di zaman kolonial Belanda.
Sewaktu kecil, bersama 7 kakak-kakaknya, Benyamin sempat membuat orkes kaleng. Benyamin bersama saudara-saudaranya membuat alat-alat musik dari barang bekas. Rebab dari kotak obat, stem basnya dari kaleng drum minyak besi, keroncongnya dari kaleng biskuit. Dengan ‘alat musik’ itu mereka sering membawakan lagu-lagu Belanda tempo dulu. Kelompok musik kaleng rombeng yang dibentuk Benyamin saat berusia 6 tahun menjadi cikal bakal kiprah Benyamin di dunia seni.
Dari tujuh saudara kandungnya, Rohani (kakak pertama), Moh Noer (kedua), Otto Suprapto (ketiga), Siti Rohaya (keempat), Moenadji (kelima), Ruslan (keenam), dan Saidi (ketujuh), tercatat hanya Benyamin yang memiliki nama besar sebagai seniman Betawi. Benyamin memulai Sekolah Dasar (dulu disebut Sekolah Rakyat) Bendungan Jago sejak umur 7 tahun.

Sifatnya yang periang, pemberani, kocak, pintar dan disiplin, ditambah suaranya yang bagus dan banyak teman, menjadikan Ben sering ditraktir teman-teman sekolahnya. SD kelas 5-6 pindah ke SD Santo Yusuf Bandung. SMP di Jakarta lagi, masuk Taman Madya Cikini. Satu sekolahan dengan pelawak Ateng.
Di sekolah Taman Madya, ia tergolong nakal. Pernah melabrak gurunya ketika akan kenaikan kelas, ia mengancam, “Kalau gue kagak naik lantaran aljabar, awas!” Lulus SMP ia melanjutkan SMA di Taman Siswa Kemayoran. Sempat setahun kuliah di Akademi Bank Jakarta, tapi tidak tamat. Benyamin mengaku tidak punya cita-cita yang pasti. “Tergantung kondisi,” kata penyanyi dan pemain film yang suka membanyol ini.

Benyamin pernah mencoba mendaftar untuk jadi pilot, tetapi urung gara-gara dilarang ibunya. Ia akhirnya menjadi pedagang roti dorong. Pada 1959, ia ditawari bekerja di perusahaan bis PPD, langsung diterima . “Tidak ada pilihan lain,” katanya.

Pangkatnya cuma kenek, dengan trayek Lapangan Banteng – Pasar Rumput. Itu pun tidak lama. “Habis, gaji tetap belum terima, dapat sopir ngajarin korupsi melulu,” tuturnya. Korupsi yang dimaksud ialah, ongkos penumpang ditarik, tetapi karcis tidak diberikan. Ia sendiri mula-mula takut korupsi, tetapi sang sopir memaksa. Sialnya, tertangkap basah ketika ada razia.

Benyamin tidak berani lagi muncul ke pool bis PPD. Kabur, daripada diusut. Baru setelah menikah dengan Noni pada 1959 (mereka bercerai 7 Juli 1979, tetapi rujuk kembali pada tahun itu juga), Benyamin kembali menekuni musik. Bersama teman-teman sekampung di Kemayoran, mereka membentuk Melodyan Boy. Benyamin nyanyi sambil memainkan bongo. Bersama bandnya ini pula, dua lagu Benyamin terkenang sampai sekarang, Si Jampang dan Nonton Bioskop.

Sebenarnya selain menekuni dunia seni, Benyamin juga sempat menimba ilmu dan bekerja di lahan yang ‘serius’ diantaranya mengikuti Kursus Lembaga Pembinaan Perusahaan dan Pembinaan Ketatalaksanaan (1960), Latihan Dasar Kemiliteran Kodam V Jaya (1960), Kursus Administrasi Negara (1964), bekerja di Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960), Bagian Musik Kodam V Jaya (1957-1969), dan Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya (1960-1969).

Dari berkesenian, hidup Benyamin (dan keluarganya) berbalik tak lagi getir. Debutnya Si Jampang, mengalir setelah itu Kompor Mleduk belakangan dinyanyikan ulang oleh Harapan Jaya, Begini Begitu (duet Ida Royani), Nonton Bioskop (dibawakan Bing Slamet) dan puluhan lagu karya Benyamin yang lain.
Tidak puas dengan hanya menyanyi, Benyamin lalu main film. Diawali Honey Money and Jakarta Fair (1970) lalu mengucur deras puluhan film lainnya. Seniman yang suka ‘mengomel’ bila melawak ini menjadi salah satu pemain yang namanya sering digunakan menjadi judul film. Selain Benyamin tercatat diantaranya Bing Slamet,Ateng, dan Bagio. Judulnya, antara lain Benyamin Biang Kerok (Nawi Ismail, 1972), Benyamin Brengsek (Nawi Ismail, 1973), Benyamin Jatuh Cinta (Syamsul Fuad, 1976), Benyamin Raja Lenong (Syamsul Fuad, 1975), Benyamin Si Abunawas (Fritz Schadt, 1974), Benyamin Spion 025 (Tjut Jalil, 1974), Traktor Benyamin (Lilik Sudjio, 1975), Jimat Benyamin (Bay Isbahi, 1973), dan Benyamin Tukang Ngibul (Nawi Ismail,1975). Dia juga main di film seperti Ratu Amplop (Nawi Ismail, 1974), Cukong Blo’on (Hardy, Chaidir Djafar, 1973),Tarsan Kota (Lilik Sudjio, 1974), Samson Betawi (Nawi Ismail, 1975), Tiga Janggo (Nawi Ismail, 1976), Tarsan Pensiunan (Lilik Sudjio, 1976), Zorro Kemayoran (Lilik Sudjoi, 1976). Sementara Intan Berduri (Turino Djunaidi, 1972) membuat dirinya, dan Rima Melati, meraih Piala Citra 1973.
Benyamin juga membuat perusahaan sendiri bernama Jiung Film – diantara produksinya Benyamin Koboi Ngungsi (Nawi Ismail, 1975) – bahkan menyutradarai Musuh Bebuyutan (1974) dan Hippies Lokal (1976). Sayang, usahanya mengalami kemunduran, dan PT Jiung Film dibekukan tahun 1979. Benyamin tidak selalu menjadi bintang utama di setiap filmnya. Seperti layaknya semua orang, ada proses dimana Benyamin “hanya” menjadi figuran atau paling mentok menjadi aktor pembantu. Dalam hal ini, paling tidak ada dua nama yang patut disebut, yaitu Bing Slamet dan Sjuman Djaya.

Walau sudah merintis karir sebagai “bintang film” lewat film perdananya, Banteng Betawi (Nawi Ismail,1971) yang merupakan lanjutan dari Si Pitung (Nawi Ismail, 1970), tetapi kedua nama besar itulah yang mempertajam kemampuan akting Benyamin. Dalam “berguru” dengan Bing Slamet, Benyamin tidak saja bekerja sama dalam hal musik – seperti dalam lagu Nonton Bioskop dan Brang Breng Brong. Tapi dalam hal film pun dilakoninya. Terlihat dengan jelas, di film Ambisi (Nya Abbas Acup, 1973) -sebuah “komidi musikal” yang diotaki oleh Bing Slamet – Benyamin menjadi teman sang aktor utama, Bing Slamet menjadi penyiar Undur-Undur Broadcasting.
Di film ini, sudah terlihat gaya “asal goblek” Benyamin yang penuh improvisasi dan memancing tawa. Di sini, dia berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Tukang Sayur. Tetapi, sebenarnya, setahun sebelumnya, Benyamin juga diajak ikutan main Bing Slamet Setan Djalanan (Hasmanan, 1972). Karena itulah, saat sahabatnya itu wafat pada 17 Desember 1974, Benyamin tak dapat menahan tangisnya. Dengan Sjuman Djaya, Benyamin diajak main Si Doel Anak Betawi (Sjuman Djaya, 1973). Dirinya menjadi ayah si Doel, yang diperankan oleh Rano Karno kecil. Perannya serius tapi, seperti stereotipe orang Betawi, kocak dan tetap “asal goblek”. Adegan terdasyat film ini adalah saat pertemuan antara abang-adik yang diperankan oleh Benyamin dan Sjuman Djaya sendiri, terlihat ketegangan dan kepiawaian akting keduanya yang mampu mengaduk-aduk emosi penonton.

Talenta itu direkam oleh ayah dari Djenar Maesa Ayu dan Aksan Syuman, dan dua tahun kemudian Benyamin pun main film sekuelnya, Si Doel Anak Modern (Sjuman Djaya, 1975). Kali ini Benyamin menjadi bintang utamanya, dan meraih Piala Citra. Yang menarik, lebih dari dua puluh tahun kemudian Rano Karno membuat versi sinetronnya. Castingnya nyaris sama: Rano sebagai Si Doel, Benyamin sebagai ayahnya – selain theme song-nya dan settingnya yang hanya diubah sedikit saja. Lagi-lagi Benyamin menjadi aktor pendukung, tapi kehadirannya sungguh bermakna. Sebenarnya ada satu lagi film yang dirinya bukan aktor utama, tetapi sangat dominan bahkan namanya dijadikan subjudul atawa tagline: Benyamin vs Drakula. Film itu adalah Drakula Mantu, karya si Raja Komedi Nyak Abbas Akub tahun 1974. Film bergenre komedi horor itu “memaksa” Benyamin beradu akting dengan Tan Tjeng Bok, si aktor tiga zaman. Begitulah, meski beberapa kali pernah tidak “menjabat” sebagai aktor utama, tetapi kehadirannya mencuri perhatian penonton saat itu. Penyanyi Beneran Tahun 1992, saat sibuk main sinetron dan film televisi (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) Benyamin mengutarakan keinginannya pada Harry Sabar, “Gue mau dong rekaman kayak penyanyi beneran.” katanya.
Maka, bersama Harry Sabar, Keenan Nasution, Odink Nasution, dan Aditya, jadilah band Gambang Kromong Al-Haj dengan album Biang Kerok. Lagu seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan album tersebut. Inilah band dan album terakhir Benyamin. “Di lagu itu, entah kenapa, Ben menyanyi seperti berdoa, khusuk. Coba saja dengar Ampunan,” jelas Harry, sang music director. “Mungkin sudah tahu kalau hidupnya tinggal sebentar,” imbuhnya.

Memang betul, setelah album itu keluar, Benyamin sakit keras, dan rencana promosi ditunda dan tak pernah lagi terwujud kecuali beberapa pentas. Di album ini, Benyamin menyanyi dengan “serius”. Tetapi, lagi-lagi, seserius apa pun, tetap saja orang-orang yang terlibat tertawa terpingkal-pingkal saat Benyamin rekaman lagu I’m a Teacher dan Kisah Kucing Tua dengan penuh improvisasi. Sementara lagu Dingin Dingin Dimandiin dan Biang Kerok bernuansa cadas. Dan Ampunanmu kental dengan progressive rock, diantaranya nuansa Watcher of the Sky dari Genesis era Peter Gabriel. Yang menarik, masih menurut Harry, saat Benyamin menonton Earth, Wind, and Fire di Amerika – saat menjenguk anaknya yang kuliah di sana – dia langsung komentar, “Nyanyi yang kayak gitu, asyik kali ye?”, dan nuansa itu pun hadir di beberapa lagu di album itu, salah satunya dengan sedikit sentuhan Lady Madonna dari The Beatles.

Benyamin yang sudah tiga kali menunaikan ibadah haji ini meninggal dunia seusai main sepakbola pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan jantung. Ia bukan lagi sekadar sebagai tokoh masyarakat Betawi, melainkan legenda seniman terbesar yang pernah ada. Karena itu banyak orang merasa kehilangan saat dirinya dipanggil Yang Maha Kuasa. Dari pelawak yang pernah tampil dalam variety show Benjamin Show sambil tour dari kota ke kota sampai Malaysia dan Singapura ini muncul banyak idiom atau celetukan yang sampai kini masih melekat di telinga masyarakat, khususnya warga Jakarta. Sebut saja, aje gile, ma’di kepe, atau ma’di rodok, yang semuanya lahir dari lidah Benyamin.

Akhirnya Benyamin Sueb menjadi figur yang melegenda di kalangan masyarakat Betawi khususnya karena berhasil menjadikan budaya Betawi dikenal luas hingga ke mancanegara. Celetukan ‘muke lu jauh’ atau ‘kingkong lu lawan’ pasti mengingatkan masyarakat pada Benyamin Sueb, seniman Betawi serba bisa yang sudah menghasilkan kurang lebih 75 album musik, 53 judul film serta menyabet dua Piala Citra ini.

Sumber : Karir-Up
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Ver receta completa...
Siguiente Anterior Inicio
 
Make Share With A Cup Of Coffee Template Copy by Blogger Templates | Schatz |MASTER SEO |FREE BLOG TEMPLATES